<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Securing the dien</title>
	<atom:link href="http://amanui.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amanui.wordpress.com</link>
	<description>Men will not fight and men will not die unless they know what they are fighting for</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Dec 2008 07:41:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='amanui.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/46cd8ad23757128d3be805fecc0b939d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Securing the dien</title>
		<link>http://amanui.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pengorbanan</title>
		<link>http://amanui.wordpress.com/2008/12/12/berkorban-untuk-masa-depan-cerahku/</link>
		<comments>http://amanui.wordpress.com/2008/12/12/berkorban-untuk-masa-depan-cerahku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 07:31:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amanui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amanui.wordpress.com/2007/12/27/berkorban-untuk-masa-depan-cerahku/</guid>
		<description><![CDATA[Perintah ibadah atau amal soleh berkaitan dengan  iman dan taqwa. Amal ibadah itu adalah amal yang akan menyuburkan iman dan taqwa. Orang beriman dan taqwa, cinta mereka kepada amal soleh dan ibadah teramat akrab dan luar biasa, bak kata cinta antara jejaka  dan dara, tidak mungkin dipisahkan. Begitulah juga orang-orang beriman, mereka bersedia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amanui.wordpress.com&blog=2315936&post=8&subd=amanui&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font face="Verdana" size="2">Perintah ibadah atau amal soleh berkaitan dengan  iman dan taqwa. Amal ibadah itu adalah amal yang akan menyuburkan iman dan taqwa. Orang beriman dan taqwa, cinta mereka kepada amal soleh dan ibadah teramat akrab dan luar biasa, bak kata cinta antara jejaka  dan dara, tidak mungkin dipisahkan. Begitulah juga orang-orang beriman, mereka bersedia berkorban apa saja karena  Allah, Rasul-Nya dan Islam. Mereka bersedia menjunjung nilai atau segala perintah Allah S.W.T. dan ajaran Islam untuk mencapai kemajuan dan kejayaan hidup.</font></p>
<p align="justify"> <font face="Verdana" size="2">        Bahkan, orang-orang beriman dan bertaqwa siap  untuk berkorban. Berkorban waktu,  tenaga, ilmu, harta, uang , jiwa , raga, fikiran berkorban kepentingan pribadi dan juga perasaan. Dan berbagai  bentuk pengorbanan lain. Inilah, gambaran  kehidupan orang-orang beriman yang sebenarnya. Mereka termasuk golongan orang-orang yang benar-benar berkorban dan berjihad. Berjihad dan berkorban demi untuk mencapai kemajuan, kejayaan, kebahagian hidup yang diridhai Allah S.W.T. di dunia dan juga di alam akhirat nanti.</font></p>
<p align="justify"> <font face="Verdana" size="2">        Tanpa pengorbanan ini. Kita akan gagal , pelajar akan gagal, guru akan gagal, pedagang akan rugi, orang kaya akan bangkrut, petani dan nelayan tidak mungkin maju, pekerja tidak bersemangat atau lemah, rumahtangga akan runtuh, masyarakat bisa terpecahbelah dan negarakita  mungkin akan terus dijajah.</font></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amanui.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amanui.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amanui.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amanui.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amanui.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amanui.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amanui.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amanui.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amanui.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amanui.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amanui.wordpress.com&blog=2315936&post=8&subd=amanui&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amanui.wordpress.com/2008/12/12/berkorban-untuk-masa-depan-cerahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b1db74ad70e65af654edbcb43c241b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amanui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesehatan Mental anak</title>
		<link>http://amanui.wordpress.com/2007/12/21/kesehatan-mental-anak/</link>
		<comments>http://amanui.wordpress.com/2007/12/21/kesehatan-mental-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 07:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amanui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amanui.wordpress.com/2007/12/21/kesehatan-mental-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Peran keluarga  sangat penting dalam upaya mengembangkan kesehatan mental anak.             Perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan,             baik agama maupun sosial budaya, yang diberikannya merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amanui.wordpress.com&blog=2315936&post=7&subd=amanui&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font face="Times New Roman">Peran keluarga </font><font face="Times New Roman"> sangat penting dalam upaya mengembangkan kesehatan mental anak.             Perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan,             baik agama maupun sosial budaya, yang diberikannya merupakan faktor yang kondusif untuk             mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat.</font><span id="more-7"></span></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Syamsu Yusuf (Dosen UPI) dalam artikelnya yang berjudul &#8221; Mengembangkan kesehatan mental  berbasis keluarga  &#8221; menyatakan bahwa </font><font face="Times New Roman">agama memberikan petunjuk tentang tugas dan fungsi orang tua dalam merawat dan mendidik             anak, agar dalam hidupnya berada dalam jalan yang benar, sehingga terhindar dari             malapetaka kehidupan, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak (kandungan Alquran, Surat             Attahrim:6). Rasulullah saw. dalam salah satu hadisnya bersabda, &#8220;Setiap anak             dilahirkan dalam keadaan fitrah <i>(tauhiidulllah)</i>, karena orang tuanyalah anak itu             menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi&#8221; (H.R. Bukhari &amp; Muslim, dalam Panitia             Mudzakarah Ulama, 1988).</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Berkenaan dengan peran keluarga (orang tua) dalam mendidik anak, Imam Al-Ghazali dalam <i>Kitab             Ikhtisar Ihyau Ulumuddin</i> terjemahan Mochtar Rasjidi dan Mochtar Jahja (1966:189)             mengemukakan bahwa anak merupakan amanat bagi orang tuanya, dia masih suci laksana             permata, baik atau buruknya perkembangan anak, amat bergantung kepada baik atau buruknya             pembiasaan yang diberikan kepadanya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Keluarga merupakan aset yang sangat penting, individu tidak bisa hidup sendirian, tanpa             ada ikatan-ikatan dengan keluarga. Begitu menurut fitrahnya, menurut budayanya, dan             begitulah perintah Allah SWT. Keluarga memberikan pengaruh yang besar terhadap seluruh             anggotanya sebab selalu terjadi interaksi yang paling bermakna, paling berkenan dengan             nilai yang sangat mendasar dan sangat intim (Djawad Dahlan, dalam Jalaluddin Rahmat dan             Muhtar Gandaatmaja, 1994:49).</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Keluarga mempunyai peranan penting karena dipandang sebagai sumber pertama dalam proses             sosialisasi (Uichol Kim &amp; John W. Berry). Keluarga juga berfungsi sebagai <i>transmitter</i>             budaya, atau mediator sosial budaya anak (Hurlock, 1956; dan Pervin, 1970).</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Keluarga juga dipandang sebagai instansi (lembaga) yang dapat memenuhi kebutuhan insani             (manusiawi), terutama kebutuhan bagi pengembangan kepribadiannya, dan pengembangan ras             manusia. Jika mengaitkan peranan keluarga dengan upaya memenuhi kebutuhan individu,             keluarga merupakan lembaga pertama yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui             perawatan, dan perlakuan yang baik dari orang tua, anak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan             dasarnya, baik fisik-bilogis, maupun sosiopsikologisnya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Keluarga yang bahagia merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan emosi             para anggotanya (terutama anak). Kebahagiaan itu diperoleh apabila keluarga dapat             memerankan fungsinya secara baik. Fungsi dasar keluarga adalah memberikan rasa memiliki,             rasa aman, kasih sayang; dan mengembangkan hubungan yang baik di antara anggota keluarga.             Hubungan cinta kasih dalam keluarga tidak sebatas perasaan, akan tetapi juga menyangkut             pemeliharaan, rasa tanggung jawab, perhatian, pemahaman, respek, dan keinginan untuk             menumbuhkembangkan anak yang dicintainya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Keluarga yang hubungan antaranggotanya tidak harmonis, penuh konflik, atau <i>gap             communication</i>, dapat mengembangkan masalah-masalah kesehatan mental <i>(mental             illness)</i> bagi anak.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="right"><font face="Times New Roman">Fungsi keluarga</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Mengkaji lebih jauh tentang fungsi keluarga ini, dapat dikemukakan bahwa secara             sosiopsikologis, keluarga berfungsi sebagai,(1) pemberi rasa aman bagi anak dan anggota             keluarga lainnya; (2) Sumber pemenuhan kebutuhan, baik fisik maupun psikis; (3) Sumber             kasih sayang dan penerimaan; (4) Model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar             menjadi anggota masyarakat yang baik; (5) Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku             yang secara sosial di anggap tepat; (6) Pembantu anak dalam memecahkan masalah yang             dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan; (7) Pemberi bimbingan             dalam belajar keterampilan, motor, verbal, dan sosial yang dibutuhkan untuk penyesuaian             diri; (8) Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi, baik di             sekolah maupun di masyarakat; (9) Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi; Dan (10) sumber             persahabatan (teman bermain) anak, sampai cukup usia untuk mendapatkan teman di luar             rumah, atau apabila persahabatan di luar rumah tidak memungkinkan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Sedangkan dari sudut pandang sosiologis, fungsi keluarga itu dapat diklasifikasikan ke             dalam fungsi-fungsi biologis, ekonomis, edukasi, sosialisasi, proteksi, rekreasi, dan             religius (M.I. Soelaeman, 1978; Sudardja Adiwikarta, 1988; dan Melly S.S. Rifai, dalam             Jalaluddin Rahmat dan Muhtar G., 1994).</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Pengokohan penerapan nilai-nilai agama dalam keluarga merupakan landasan fundamental             bagi perkembangan kondisi atau tatanan masyarakat yang damai dan sejahtera. Namun             sebaliknya, apabila terjadi pengikisan atau erosi nilai-nilai agama dalam keluarga, atau             juga dalam masyarakat, maka akan timbul malapetaka kehidupan yang dapat menjungkirbalikkan             nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini seperti diungkapkan oleh mantan Menteri Agama, Tarmizi             Taher dalam ceramahnya yang berjudul <i>Peace, Prosperity, &amp; Religious Harmony in The             21 Century: Indonesian Muslim Perspectives</i> (Perdamaian, Kesejahteraan, dan Kerukunan             Ummat Beragama di Abad ke-21: Perspektif Seorang Muslim Indonesia) di Georgetown AS,             &#8220;Akibat disingkirkannya nilai agama dalam kehidupan modern, kita menyaksikan semakin             meluasnya kepincangan sosial, seperti merebaknya kemiskinan, dan gelandangan di kota-kota             besar; mewabahnya pornografi dan prostitusi, HIV, dan AIDS; meratanya penyalahgunaan obat             bius, kejahatan terorganisasi, pecahnya rumah tangga hingga mencapai 67% di negara-negara             modern; kematian ribuan orang karena kelaparan di Afrika dan Asia di tengah melimpahnya             barang konsumsi di bagian belahan dunia utara.&#8221; </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Untuk menciptakan keluarga sebagai lingkungan yang kondusif bagi perkembangan mental             yang sehat, suasana sosiopsikologis keluarga yang bahagia, khususnya perkembangan             karakteristik pribadi anak yang saleh, agama Islam telah memberikan petunjuk atau             rambu-rambu, yang di antaranya adalah sebagai berikut. (1) Bangunlah keluarga itu dengan             melalui pernikahan yang sah berdasarkan syariat atau ketentuan agama. (2) Pernikahan itu             hendaknya didasarkan kepada niat beribadah kepada Allah karena menikah adalah sunah             Rasulullaah saw. <i>(Annikaahu sunnatii famanlamyargobu &#8216;an sunnatii falaisa minnii</i> =             nikah adalah sunahku, barang siapa yang membenci nikah berarti dia bukan umatku). Dengan             demikian, suami dan istri, atau orang tua dan anak adalah mitra dalam beribadah kepada             Allah.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">(3) Pada saat berhubungan suami-istri (<i>jima&#8217;</i> atau bersenggama), berdoalah kepada             Allah agar diberi anak yang terhindar dari godaan setan. Doa yang diajarkan Rasulullah             adalah <i>Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allahumma jannibnasysyaithana, wajannibisysyaithana             mimmaa razaqtanaa</i> (dengan nama Allah, ya Allah jauhkan kami dari setan, dan jauhkanlah             setan dari rezeki/anak yang Engkau berikan kepada kami). </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">(4) Perbanyaklah doa, <i>Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota             &#8216;ayun waj&#8217;alnaa lilmuttaqiina imaamaa</i> (Ya Allah Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami             dari pasangan-pasangan kami (suami/istri) dan keturunan kami yang membahagiakan mata hati             kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa). Doa lain yang sebaiknya             di-<i>dawam-</i>kan dalam rangka memohon anak yang saleh adalah <i>Rabbii hablii             minashshaalihiin</i> (Ya Tuhanku anugerahkanlah kepadaku anak-anak yang saleh).</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">(5) Pada saat istri mengandung, hendaknya melakukan beberapa amalan ibadah, (a) membaca             Alquran (selama sembilan bulan mengandung, bacalah Alquran dari mulai surat <i>Al-Fatihah</i>             s.d. surat <i>Annaas</i>, jangan hanya membaca surat-surat tertentu saja); (b)             melaksanakan salat tahajud, dan memperbanyak doa setelahnya; (c) memperbanyak sedekah atau             infak; dan (d) memperbanyak zikir kepada Allah, atau membaca <i>kalimah tayyibah</i>,             seperti <i>tasbih (subhaanallaah), tahmid (alhamdulillaah), takbir (Allaahu akbar)</i>,             dan <i>tahlil (laa ilaaha illallaah)</i>. Yang melakukan amalan ini bukan hanya istri,             tetapi juga suami. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">(6) Menciptakan pola pergaulan yang <i>ma&#8217;ruf</i> (baik atau harmonis) antara             suami-sitri, atau orang tua-anak. (7) Pada saat anak lahir, ucapkanlah <i>kalimah tayyibah</i>             (minimal membaca <i>tahmid</i>); ada juga yang menyarankan untuk mengumandangkan (dengan             suara yang lembut) azan pada telinga kanan anak dan <i>iqomat</i> pada telinga kirinya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">(8) Pada saat anak sudah berusia tujuh hari, lakukan akekah bagi anak, yaitu             menyembelih kambing/domba jantan (bagi anak laki-laki dua ekor, dan bagi anak perempuan             satu ekor), mencukur rambut anak (rambut ini ditimbang seperti menimbang emas, hasilnya             dihargai dengan harga emas, kemudian uangnya dibagikan kepada fakir miskin atau yatim             piatu); dan memberi nama yang baik kepada anak (nama adalah doa). Pada acara ini undanglah             keluarga, kerabat, atau tetangga dekat untuk bersama-sama mensyukuri nikmat dari Allah. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">(9) Pada saat anak sudah masuk usia taman kanak-kanak, didiklah mereka (melalui             pengajaran, keteladanan, dan pembiasaan) tentang berbagai aspek kehidupan yang penting             bagi perkembangan kepribadiannya yang mantap, seperti (a) mengajar rukun iman dan rukun             Islam, mengajar dan membiasakan ibadah salat, memberikan contoh dalam membayar zakat atau             infak, mengajar membaca Alquran, dan doa-doa; (b) melatih dan memberi contoh tentang cara             merawat kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan, mandi, gosok gigi, makan dan minum             yang teratur, membuang sampah pada tempatnya, memelihara kebersihan dan kerapihan rumah;             (c) memberi contoh tentang bertutur kata yang sopan (sesuai dengan bahasa ibunya); dan (d)             mengajar dan memberi contoh, teladan tentang tata krama (etika) bergaul dengan orang lain.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">(10) Bersikap tabah atau bersabar pada saat menghadapi masalah atau persoalan, karena             dalam mengarungi kehidupan berkeluarga tidak steril atau tidak lepas dari masalah             tersebut. Masalah-masalah yang mungkin dihadapi itu di antaranya sebagai berikut.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">(a) Adanya perbedaan kebiasaan, keinginan, dan sikap-sikap antara suami dan istri.             Apabila suami dan istri kurang memiliki sikap saling memahami dan menerima, maka hal             tersebut dapat menjadi faktor pemicu pertengkaran atau perselisihan, sehingga iklim             kehidupan keluarga dirasakan tidak harmonis (Sunda, <i>awet rajet</i>). (b) Penghasilan             suami yang kurang mencukupi kebutuhan keluarga. (c) Minimnya biaya pendidikan dan             kesehatan bagi anak. (d) Penyakit salah seorang anggota keluarga yang tidak sembuh-sembuh             dan memerlukan perawatan yang cukup mahal. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">(e) Anak berperilaku nakal. (Sunda, <i>baong, bedegong, basangkal</i>). (f) Terjadinya             perceraian yang dapat menyebabkan dampak yang kurang baik terhadap kehidupan keluarga,             terutama terhadap nasib masa depan anak. (g) Suami atau istri berselingkuh (berzina), atau             mengonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). (h) Adanya sikap saling             mendominasi antara suami dan istri. (i) Salah seorang anggota keluarga mengalami             gangguan/sakit jiwa. (j) Suami-istri atau orang tua kurang memperhatikan pengamalan             nilai-nilai agama di lingkungan keluarga.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="right"><font face="Times New Roman">Kesehatan mental </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Terdapat banyak unsur keluarga yang berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan mental             anak. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat berarti terhadap perkembangan kepribadian             atau kesehatan mental anak (remaja). Unsur-unsur keluarga yang dipandang berpengaruh itu             adalah menyangkut keberfungsian, dan perlakuan keluarga.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">1. Keberfungsian keluarga. Seiring dengan perjalanan hidupnya yang diwarnai oleh faktor             internal (kondisi fisik, psikis, dan moralitas para anggota keluarga), dan faktor             eksternal (perubahan sosial budaya), maka masng-masing keluarga mengalami perubahan yang             beragam. Ada keluarga yang semakin kokoh dalam menerapkan fungsinya (fungsional-normal),             namun ada juga keluarga yang mengalami keretakan atau ketidakharmonisan             (disfungsional-tidak normal).</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">2. Pola hubungan orang tua-anak (Sikap atau perlakuan orang tua terhadap anak).             Weiten dan Lioyd (1994:361) mengemukakan lima prinsip <i>effective parenting</i>, yaitu             sebagai berikut. (a) Menyusun standar (aturan perilaku) yang tinggi, namun dapat dipahami.             Dalam hal ini anak diharapkan untuk berperilaku dengan cara yang tepat sesuai dengan             usianya.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">(b) Menaruh perhatian terhadap perilaku anak yang baik dan memberikan <i>reward</i>             (ganjaran). Perlakuan ini perlu dilakukan sebagai pengganti dari kebiasaan orang tua pada             umumnya, yaitu bahwa mereka suka menaruh perhatian kepada anak pada saat anak berperilaku             menyimpang, namun membiarkannya ketika melakukan yang baik. (c) Menjelaskan alasannya             (tujuannya), ketika meminta anak untuk mengerjakan sesuatu. (d) Mendorong anak untuk             menelaah dampak perilakunya terhadap orang lain. (e) Menegakkan aturan secara konsisten.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Pada uraian berikut dikemukakan beberapa hasil penelitian tentang pengaruh lingkungan             keluarga terhadap kesehatan mental remaja. (a) Robinson, Sheldon, dan Glueck (M. Arifin,             1978:130) mengemukakan hasil penelitiannya, yaitu bahwa <i>delinquency</i> menjadi             gejala yang sangat penting dari keluarga yang retak <i>(breakdown)</i>, yaitu yang             mengalami disintegrasi, tekanan emosional, dan kematian orang tua atau cerai.</font><font face="Times New Roman">(b) Peck (Loree, 1970:144) telah meneliti tentang hubungan antara karakteristik             emosional dan pola perlakuan keluarga dengan elemen-elemen struktur kepribadian remaja.             ***</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amanui.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amanui.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amanui.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amanui.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amanui.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amanui.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amanui.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amanui.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amanui.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amanui.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amanui.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amanui.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amanui.wordpress.com&blog=2315936&post=7&subd=amanui&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amanui.wordpress.com/2007/12/21/kesehatan-mental-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b1db74ad70e65af654edbcb43c241b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amanui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hawa sejuk  TEDC Bandung</title>
		<link>http://amanui.wordpress.com/2007/12/14/hawa-sejuk-tedc-bandung/</link>
		<comments>http://amanui.wordpress.com/2007/12/14/hawa-sejuk-tedc-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 10:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amanui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekspresi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amanui.wordpress.com/2007/12/14/hawa-sejuk-tedc-bandung/</guid>
		<description><![CDATA[Suasana  lingkungan  lembaga diklat TEDC Bandung  dengan nuansa  asri di pegunungan membuat  semangat peserta diklat Penyusunan Karya Tulis Ilmiah  semakin tinggi .  Hal ini terbukti karena asyiknya  mereka tidak ingat waktu istirahat  bahkan tak terasa  untuk sesion malam hari  sampai   sampai tengah malam  . Diselingi joke joke dari Kang Usep dan Kang Mulyadi  yang asli [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amanui.wordpress.com&blog=2315936&post=6&subd=amanui&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suasana  lingkungan  lembaga diklat TEDC Bandung  dengan nuansa  asri di pegunungan membuat  semangat peserta diklat Penyusunan Karya Tulis Ilmiah  semakin tinggi .  Hal ini terbukti karena asyiknya  mereka tidak ingat waktu istirahat  bahkan tak terasa  untuk sesion malam hari  sampai   sampai tengah malam  . Diselingi joke joke dari Kang Usep dan Kang Mulyadi  yang asli sunda membuat peserta  kerasan  tak beranjak dari tempat duduknya . Terimakasih  kami sampaikan kepada  TEDC Bandung  , para instruktur  dan semua staf yang mendukung  terlaksananya diklat . Kami nantikan  diklat sejenis selanjutnya  .</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amanui.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amanui.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amanui.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amanui.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amanui.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amanui.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amanui.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amanui.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amanui.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amanui.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amanui.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amanui.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amanui.wordpress.com&blog=2315936&post=6&subd=amanui&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amanui.wordpress.com/2007/12/14/hawa-sejuk-tedc-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b1db74ad70e65af654edbcb43c241b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amanui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistim online meningkatkan minat belajar siswa</title>
		<link>http://amanui.wordpress.com/2007/12/13/sistim-online-meningkatkan-minat-belajar-siswa/</link>
		<comments>http://amanui.wordpress.com/2007/12/13/sistim-online-meningkatkan-minat-belajar-siswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 10:55:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amanui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amanui.wordpress.com/2007/12/13/sistim-online-meningkatkan-minat-belajar-siswa/</guid>
		<description><![CDATA[Pemanfaatan teknologi informasi  memberikan dampak psikologis  positif bagi siswa   . Hal ini sangat terlihat pada antusiasme siswa manakala  diberikan  media pembelajaran  dengan sistim online . Minat siswa SMK 1 Pacitan  sangat tinggi terhadap pembelajaran dengan media  online .
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amanui.wordpress.com&blog=2315936&post=3&subd=amanui&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://sains.files.wordpress.com/2007/08/keluarga.png?w=64&#038;h=64" align="right" height="64" width="64" />Pemanfaatan teknologi informasi  memberikan dampak psikologis  positif bagi siswa   . Hal ini sangat terlihat pada antusiasme siswa manakala  diberikan  media pembelajaran  dengan sistim online . Minat siswa SMK 1 Pacitan  sangat tinggi terhadap pembelajaran dengan media  online .</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amanui.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amanui.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amanui.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amanui.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amanui.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amanui.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amanui.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amanui.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amanui.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amanui.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amanui.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amanui.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amanui.wordpress.com&blog=2315936&post=3&subd=amanui&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amanui.wordpress.com/2007/12/13/sistim-online-meningkatkan-minat-belajar-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b1db74ad70e65af654edbcb43c241b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amanui</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sains.files.wordpress.com/2007/08/keluarga.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>